cerpen jalan jalan ke jogja

Thursday6 Muharram 1444 / 04 August 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar
akudan perasaanku. 8 februari 2016 itu tanggal merah pas hari raya imlek pas juga hari ulang tahunku. dari bulan januari aku udah ada planing ma sodara n keponakan buat jalan-jalan ke jogjakarta. sesuai requast dari sodara berangkatnya naik pesawat biar cepet nyampe sekalian buat pengalaman dia baru pertama kali naik pesawat.. (kalo aku sih
Cerpen Karangan ErfransdoKategori Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 7 October 2020 Pukul 6 pagi aku dan teman-teman SMAku berangkat menuju Yogyakarta dari Sukabumi. Udara pagi saat itu sangatlah dingin, aku pun memutuskan untuk memakai jaket agar badanku tetap terasa hangat. Aku berada di bus 3 dan duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan indah dengan begitu jelas. Di sampingku ada dua temanku bernama Rifai dan Wijaya. Ketika aku asyik melihat pemandangan di luar, mereka tertidur pulas, mungkin mereka masih mengantuk berbeda denganku. Setengah jam perjalanan kami yang berada di bus cukup merasa bosan dengan suasana pagi itu. Pengelola bus itu pun mengerti dengan kebosanan kami dan langsung memutar lagu yang membuat kami semakin semangat. Lagunya sangat nge-rock. Guru pembimbing di bus kami yang tertidur pulas pun terbangun karena lagu itu. Tak lama kemudian, guru pembimbingku itu pun membagikan ketupat dan beberapa makanan ringan untuk kami sarapan. Ada beberapa dari kami yang mengambilnya dan ada pula yang tidak karena mereka sudah mempunyai bekal sendiri dari rumah. Bosan dengan mendengarkan lagu, kami pun meminta kepada operator bus untuk memutarkan sebuah film. Dan perwakilan dari kami pun menuju ke depan bus untuk melihat-lihat film yang akan kami tonton. Tanpa sengaja perwakilan kami yang bernama Bagus itu pun menekan tombol yang menuju ke film dewasa. Alhasil kami para remaja yang berada di bus itu pun tertawa terbahak-bahak dengan aksi konyolnya itu. Apalagi disitu ada guru pembimbing kami. Bagus pun segera memindahkan film itu ke film lainnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Kami para lelaki sebenarnya sangat senang sekali dengan kejadian itu, namun kami sangat malu dengan guru pembimbing kami. Bagus berkata kepada kami bahwa operator bus mengoleksi film-film yang berkonten dewasa, pantas saja ketika kami memintanya untuk memutar film operator bus itu hanya terdiam. Terlalut dalam perjalanan sambil menyaksikan film akrobat, kami pun satu persatu terlelap tidur di tengah perjalanan. Namun kami sempat terbangun ketika bus tiba-tiba bergoyang karena melewati jalan berlubang dan penuh batu. Kami sangat terkejut dengan hal itu, kami takut jika bus yang kami tumpangi akan terjatuh. Namun supir kami menyebutkan bahwa itu adalah hal biasa yang tidak berbahaya. Kami pun lega dengan pernyataannya, dan setelah itu kami pun melanjutkan tidur kami. Ketika maghrib, semua bus pun berhenti di sebuah tempat makan yang cukup luas. Disana ada beberapa mushola. Aku dan teman-teman yang beragama islam pun segera menuju mushola untuk melaksanakan solat maghrib berjamaah. Setelah itu, baru kami menuju meja makan yang cukup luas untuk menyantap makanan yang lezat setelah kami merasakan kelaparan sejak tadi. Kami sangat lahap memakan makanan yang disediakan di meja. Setelah selesai makan, rombongan kami pun kembali melanjutkan perjalanan di busnya masing-masing. Supir yang dari tadi mengendarai bus kami pun bergantian dengan supir yang lain karena perjalanan masih cukup jauh sekitar 5 jam lagi. Aku pun membuka ponselku untuk bermain game dan mengabarkan orangtuaku. Di perjalanan kami sudah ada di Jawa Tengah, suasana di luar jendela bus pun sangat indah dan menarik sekali. Banyak sekali lesehan-lesehan dan para pengamen yang sedang bekerja di warung-warung dan tempat makan. Sungguh menyejukkan mata sampai-sampai aku pun tertidur kembali. Tak terasa jam pun sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Kami tiba di tempat penginapan kami di Jawa Tengah ini selama beberapa hari ke depan. Tempat penginapan itu sangat nyaman bagi kami apalagi ada kolam ikannya. Sebelum menuju kamar, kami pun dibagi menjadi 5 orang/kamar. Dan aku bersama keempat temanku ditempatkan di kamar no. 22 dekat kolam ikan itu. Sebelum tidur, kami pun membereskan semua barang bawaan kami dan berganti baju. Setelah itu kami menyetel televisi dan bermain kartu sambil memakan makanan ringan yang kami bawa masing-masing. Jam setengah dua pagi barulah kami tertidur untuk mempersiapkan perjalanan besok menuju museum Dirgantara yang merupakan museum Dirgantara terbesar di Asia Tenggara. Kami terbangun sekitar jam setengah enam pagi dan langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu untuk melaksanakan solat shubuh yang terkesan terlambat ini karena kami semalaman begadang. Setelah itu kami pun mandi lalu sarapan dengan nasi goreng. Sekitar jam setengah delapan pagi baru kami berangkat menuju Museum Dirgantara. Tiba disana kami langsung diberi pengarahan oleh anggota TNI, mereka menceritakan tentang sejarah museum ini sejak awal berdirinya hingga sekarang. Untuk mengambil foto-foto di museum kami diberi kupon yang harus dibayar Kami pun mengelilingi berbagai ruangan yang begitu luas ini, kami sangat dimanjakan dengan semua benda yang ada di museum itu. Setelah sekitar satu jam berada di museum, kami melanjutkan perjalanan menuju Keraton Yogyakarta. Susananya begitu panas, apalagi kami harus berjalan kaki menuju keraton itu. Di keraton peraturannya sangat ketat, kami tidak dibolehkan untuk mengambil foto sembarangan dan jangan membuat keributan. Hari-hari pun berlalu, kami sudah menjelajahi berbagai tempat wisata di Yogyakarta ini, mulai dari museum Dirgantara, keraton Yogyakarta, candi Prambanan, candi Borobudur, Goa Pindul, stan salak, dan tempat-tempat lainnya. Kami pun banyak menjumpai bule dan menyempatkan untuk berfoto dengan mereka walau dengan bahasa yang kurang kami mengerti. Tetapi dengan gerakan saja mereka sudah mengerti bahwa kami ingin berfoto dengan mereka. Dan hari ini adalah hari terakhir untuk berjalan-jalan setelah banyak tempat yang kami kunjungi. Kami akan menuju ke Jl. Malioboro. Ini adalah tempat yang kami tunggu-tunggu, karena di Malioboro berbeda dengan tempat lainnya. Di tempat ini banyak sekali barang-barang, makanan dan lain sebagainya yang bisa kita beli untuk oleh-oleh dengan harga yang murah meriah. Kami pun menyusuri setiap sudut di Jl. Malioboro ini, kami mencari barang dan makanan untuk dibawa ke rumah untuk oleh-oleh. Aku pun menyempatkan untuk membeli oleh-oleh untuk seseorang yang spesial, begitu pula dengan temanku yang lain. Kami hampir lupa dengan waktu, sehingga kami pun baru selesai berkeliling sekitar jam sembilan malam telat satu jam dari jadwal yang sudah ditentukan. Setelah membeli oleh-oleh kami pun makan malam di sebuah rumah makan cepat saji tidak jauh dari Jl. Malioboro. Sebelum makan, barang-barang bawaan dan oleh-oleh yang kami beli tadi disimpan terlebih dahulu di dalam bus. Kami sangat lahap sekali menyantap makanan di malam hari karena kami merasa sangat lapar dan lelah mencari oleh-oleh yang pas untuk dibawa ke rumah. Aku merasa ada yang kurang saat makan malam, bus kami yang beranggotakan 40 penumpang seperti kurang, ah biarkan saja mungkin dia sedang tidak lapar. Aku pun melanjatkan santapan malam bersama teman-temanku yang lain. Setelah perut telah terisi, kami pun kembali menuju bus untuk melanjutkan perjalnan menuju hotel tempat kami menginap karena besok kami sudah harus kembali ke Sukabumi. Ketika bus akan berangkat, salah satu dari kami mengeluh dan menceritakan kepada kami bahwa baju yang dia beli untuk oleh-oleh tidak ada di bawah kursinya. Dia pun mengadu kepada guru pembimbing kami, padahal tadi tidak ada siapa-siapa di bus ketika makan malam. Perjalanan pun sempat tertunda karena masalah ini, guru pembimbing kami yang bernama Ibu Yuli ini mencoba menanyakan kepada kami siapa yang melihat baju baru teman kami itu. Namun kami semua tidak melihatnya. Bu Yuli pun menuju ke bus lain barangkali ada yang melihat atau menemukannya. Bu Yuli akhirnya memutuskan untuk memeriksa semua tas dalam bus 3 terlebih dahulu bersama teman kami yang kehilangan oleh-olehnya itu karena dia sendiri yang mengetahui barangnya itu. Jika dalam bus 3 tidak ada barang yang dimaksud, para guru pembimbing pun akan membantu mencarinya di bus yang lain. Setelah beberapa menit kemudian bu Yuli dan teman kami bernama Reno itu keluar dari bus. Setelah itu Bu Yuli pun meminta untuk kami semua kembali ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan. Apa mungkin mereka sudah menemukannya, syukurlah jika barang itu sudah ditemukan. Tapi barang itu ditemukan dimana aku sama sekali tidak tahu. Banyak dari kami yang saling tuduh menuduh menyembunyikan barang itu. Aku pikir jika itu merupakan candaan, candaan itu sama sekali tidak lucu karena sangat meresahkan kami semua. Kami pun kembali ke hotel dengan badan yang begitu lelah, kami langsung tidur untuk mempersiapkan diri besok untuk kembali pulang ke rumah. Keesokan harinya kami membereskan dan memasukkan barang-barang kami yang sangat berantakan. Kami melipat semua baju kami agar rapi tidak acak-acakan. Kami pun membagi tugas untuk membersihkan kamar yang kami tempati selama beberapa hari ini. Setelah semua rapi dan tubuh kami pun wangi, kami pun segera keluar kamar dan menguncinya. Setelah itu kami langsung menyantap sarapan dengan menu yang spesial. Pukul 8 pagi kami berangkat dari Yogyakarta menuju Sukabumi untuk kembali pulang ke rumah masing-masing dengan gembira. Banyak sekali pengalaman yang sangat menarik ketika aku dan teman-teman berada di Yogyakarta. Banyak sekali kenang-kenangan yang kami ukir disana. Ada pula pengalaman berharga yang kami temukan sebelum pulang ke Sukabumi ketika hendak menuju hotel. Dan sampai saat ini kami belum tahu dimana barang yang hilang itu bisa ditemukan kembali. Cerpen Karangan Erfransdo Blog / Facebook / Erfrans Do IF YOU WANT TO SUCCESS, YOU MUST ACTION! Cerpen Cerita di Yogyakarta merupakan cerita pendek karangan Erfransdo, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Melihat Dari Kejauhan Oleh Seli Oktavia Aku menyukaimu Lisa’ tulis Leo pada halaman terakhir buku fisika. Menutupnya kasar lalu memasukkannya kedalam tas sekolah. Ia bangkit dari meja belajarnya lalu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Menatap langit Persahabatan Vs Cinta Oleh Widya Nursyah Fitri Tepat pukul setengah dua siang, bel pulang sekolah berbunyi. Walaupun bel telah berbunyi tanda sudah berakhir jam pelajaran, tetapi kami tidak diperbolehkan pulang karena kami harus ikut belajar tambahan Cerita Siswa Biasa Oleh Galih Gilang Nama aku Adit. Saat ini aku siswa kelas 1 di SMA Negeri di kotaku. Aku termasuk anak pendiam di sekolah. Namun nilai-nilai mata pelajaran yang aku raih waktu SMP Unexpected Sesuatu Yang Tak Terduga Part 2 Oleh Vinzza A. “Eh sorry ya aku ga liat tadi”. “Lagi mikirin apa sih sampe orang segede gini gak keliatan?”. “Ah ngga kok ngga lagi mikirin apa apa, sekali lagi sorry ya Antara Kamu dan Dia Oleh Geoarta, SMPN 1 Puri Aku Cimel. Kisahku dimulai saat aku duduk di kelas 9. Aku menyukai teman cewekku yang sudah mempunyai seorang kekasih. Aku tahu aku salah tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku. “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
JalanMalioboro. Banyak tempat wisata menarik yang dimiliki Kota Sang Sultan ini, salah satunya yang sangat populer tentu saja Jalan Malioboro. Jalan sepanjang 2,5 km yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai ke Kantor Pos Yogyakarta ini tak pernah sepi wisatawan setiap harinya. Jalan Malioboro berada dekat sekali dengan keraton dan disebut
Cerpen Karangan Faalih M YusaKategori Cerpen Gokil, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 14 June 2014 Suatu Hari di Pagi yang cerah, Secerah dahi teman gua yang bisa memantulkan sinar matahari, tiba-tiba terdengar suara ayam berkaki empat, berambut kriwil dengan paruhnya yang tonggos ? *Ayam aneh tetangga gua* dan membuat gue kaget dan langsung tersentak bangun dari tidur gue selama 6 jam, 75 menit, 10 detik, dengan muka kayak tapak sepatu yang nginjak kotoran burung, tapi dengan hati kayak hatinya Romeo.. Gua beranjak dari kasur gua dengan tampang yang imut dan mengenaskan.. Maksud gua, menggemaskan.. Setelah mandi pagi dan menggosok gigi, gua nolongin emak gua ngebersihin kasur karena gua gak mau emak gua kecapekkan ngebersihin kasur gua. Setelah kasur yang udah gua diami selama 6 jam lewat sedikit itu rapi, gua loncat lagi ke kasur gua dan gua kusutin lagi deh kasurnya.. Trus, Gua suruh adek gua yang ngerapiin kasur dengan ancaman kalau dia gak mau nolongin, gua bakal nyabut giginya satu persatu dengan tangan kumuh gua yang penuh darah dan nanah dengan cara yang paling keji. Gua bakal nyabut gigi adek gua sampai ke akar gigi terdalam, kalau bisa sampe gusinya tercabut, kurang ganas apa gua coba? *Gua berharap dipuji sebagai makhluk yang ganas ya* Setelah semua kegiatan pagi gua selesai, gua pergi ke sekolah dengan hati yang gembira. Di tepi jalan, gua nyetop BMW Becak Mas Warno dengan tangan kanan seraya mengacungkan jari tengah gua sebagai permintaan tolong gua.. BMW itu pun berhenti tepat di depan mata gua, gua hening dan tiba tiba kaki gua melangkah menuju BMW itu dan gua pun terduduk di sana. Gua menatap jalanan yang penuh debu dan asap polusi yang dikeluarkan sepeda bapaknya temen tetangga gua. Gua secara reflek menutup dua lobang di wajah gua dengan 2 lembar tisu yang tersedia di pundak mas warno. How Elegant This Becak. Akhirnya gua memutuskan supaya gua cepet cepet pergi ke sekolah gua, gua akhirnya bilang ke mas warno “Mas, SMA 91 yaa..” gua bilang dengan wajah polos berlumuran keringat darah.. Sesampainya di depan SMA 91, Gua bilang ke si mas warno “mas, mas, kiri mas..” Mas warno pun menjawab “lo kira gua supir angkot apa? Turun loo !!!” Gua pun turun dengan tampang sedih dan tidak berdaya.. Akhirnya secara spontan, mas tarno memacu gas becaknya dan melakukan hal yang sangat amat membuat gua merasa dipermainkan oleh alam.. Dia nge-drift dengan becak butut miliknya dan kemudian ia hilang dari pandangan mata gua nan paling sexy ini.. Akhirnya gua masuk ke kelas dan belajar seperti biasa tanpa ada hal hal aneh lain yang menggerayangi gua.. Sekian cerita dari gua dan amanat dari cerita ini adalah “Jangan pernah menyamakan supir angkot dengan tukang becak” Gua tau ending dari cerita gua ini murahan dan gak bagus dan gua harap lo, lo dan lo *nunjuk pake kelingking kaki kiri* bisa menerima semua ini dengan tabah, sabar dan ikhlas.. Arigatou, TerimaKasih, Thank’s… Cerpen Karangan Faalih M Yusa Blog Nama gua Faalih M Yusa, Mereka fans gua biasa manggil gua Faalih.. Gua seorang penulis beginner yang juga sedang menuntut ilmu dalam bidang persantetan.. Buat yang mau ketemu sama gua, jangan yaa.. Gua orangnya sibuk.. Bukannya mau sombong, tapi begitulah gua.. Cerpen Perjalanan Menuju Sekolah merupakan cerita pendek karangan Faalih M Yusa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Uji Nyali di Malam Jumat Oleh Ardi Setiawan Jordi Namaku jodi, aku berumur 13 tahun dan aku sudah sampai di kelas 2 smp. Kata orang-orang di jam 12 sampai jam 3 pagi adalah jam yang mengerikan. Tetapi aku Grandfather Rules Part 1 Oleh Lily N Aku tau jika kehadiranku tidak diharapkan di keluarga ini. Pamanku, bibiku, saudara sepupuku tidak ingin aku ada disini. Mereka sama sekali tidak ingin melihat wajahku ada di depan mereka, Love Yourself Part 1 Oleh Ulan Albaar “Bagaimana? Bukannya ini bagus?” tanya perempuan berjilbab dengan mata berbinar menatap pemuda di hadapannya dengan menunjukkan sebuah gaun panjang biru muda dengan hisan manik manik dan bunga bunga kecil. Akhir Cerita Bahagia Oleh Nadia Luthfita Faadhillah Tak jauh dari pandanganku, lelaki itu berjalan ke arahku dengan tersenyum bangga. Hari ini, Tuhan memberikan hadiah banyak padanya. Mulai dari ia lulus dengan nilai terbaik, tak ada masalah Bagian Terbaik Dari Mimpi Oleh Resti Hawa Salsabilla Hari ini, akhirnya perpisahan itu terjadi. Perpisahan dengan kakak kelas 12. Itu artinya, aku harus jauh dari seseorang yang hampir satu tahun terakhir aku kagumi, orang yang telah memberi “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
\ncerpen jalan jalan ke jogja
JalanJalan KeNai January 03, 2021. Pengalaman Naik Kereta Api Taksaka Malam ke Jogja - Kereta api merupakan salah satu transportasi umum yang paling saya suka. Rasanya saya belum pernah merasa kecewa atau kesal selama menggunakan transportasi ini. Meskipun pernah beberapa kali ada drama.
TOURING JOGJA Suatu malam nan dingin pukul malam tepatnya pada Tanggal 12 Mei 2012. SMPN 1 Karas mengadakan wisata ke jogjakarta yang diikuti siswa kelas 2 beserta guru-guru pendamping. Sebelum keberangkatan saya menulis barang yang saya perlukan di selembar kertas dan sekiranya daftar barang tersebut sudah terpenuhi semua tentang kebutuhan saya nantinya, saya mulai mempersiapkan semua barang bawa’an yang berguna bagi saya ke dalam tas ransel sesuai daftar barang, dan setelah semuanya selesai, jam saya merebahkan badan saya untuk memulihkan energi sebelum pemberangkatan ke jogja dan berharap bisa bangun tepat waktu. Sebelum memejamkan mata tidak lupa saya membaca do’a sebelum tidur agar yang Maha kuasa selalu menjagaku ketika sedang terlelap dan tak lama kemudian saya tertidur pulas. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam sudah berlalu tiba saatnya saya untuk bangun dari tidur, meskipun hanya beberapa jam saja saya tertidur tapi saya tetap merasa mempunyai semangat dan energi baru untuk bangun, sebelum saya bangun dari posisi tidur saya, saya berdoa sejenak dan mengangkat badan saya, setelah itu bergegas saya menuju kamar mandi untuk mandi, seusai mandi nenek menyuruh saya untuk makan pagi dan minum obat anti mabuk karena nenek tau kalau saya mau bepergian jauh. sesudah benar-benar rapi dan siap saya langsung berpamitan dengan keluarga yang ada di rumah. Saya berjalan menuju bagasi dan mengambil motor lalu berangkat, saya tidak langsung menuju sekolahan karena ada teman yang mau nebeng untuk berngkat kesekolah, dengan senang hati saya menuju rumah teman saya itu. Setelah tiba di rumah teman,saya masih menunggu beberapa menit dan setelah teman saya selesai kami bergegas untuk berangkat dengan kecepatan tinggi karena waktu untuk keberangkatan bus sebentar lagi. Sesampainya di parkiran kami langsung berlari menuju sekolah dan untungnya Bus pariwisata masih ada di tempat karena tadi waktunya memang sangatlah mepet. Perasaan saya yang tadinya kacau balau langsung menjadi tenang. Kemudian saya dengan beberapa teman saya mendapatkan tugas untuk membeli 2 kerdus minuman untuk teman-teman yang ada di bus nanti. Kebetulan kelas saya kebagian bus pertama. Tidak lama kemudian setelah saya, teman-teman beserta guru pemimbing memasuki bus pariwisata kami berdo’a bersama dalam bus demi keselamatan bersama. Dengan perasaan bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata bus pun mulai berjalan, kami pun bersorak gembira. Dalam hati “Jogja I’m Coming” ditengah perjalanan buspun berhenti karena memang azdan subuh sudah berkumandang dan kami pun bergegas turun dari bus untuk melaksanakan melaksanakan sholat subuh. Sesudah selesai sholat bus mulai melanjutkan perjalanan. Tidak lama kemudian rombongan bus kami berhenti di rumah makan Taman sari untuk sarapan, selesai makan bus langsung melanjutkan perjalanan. Di perjalanan rombongan bus kami melewati Candi Prambanan, meskipun prambanan adalah tempat wisata tapi rombongan bus kami tidak berhenti untuk berkunjung dikarenakan prambanan memang bukan tujuan pariwisita kami. Meskipun demikian kami tetap senang bisa melewati prambanan yang indah dan penuh dengan sejarah. Di perjalanan rombongan bus kami melewati Lapangan Udara Adi Sucipto, Jogja kembali, Musium dirgantara dan Candi mendut. Tak lama kemudian bus pun sampai pada tujuan wisata pertama kita yaitu Candi borobudur. Kami beserta rombongan turun dari bus dan kami berjalan menuju Candi borobudur. Di sela-sela perjalanan kami, pemandu menjelaskan tentang asal-usul candi borobudur, bahwasannya candi borobudur terletak di desa borobudur , kecamatan borobudur, kabupaten magelang, propinsi jawa tengah, ­-+ 41 km dari yogyakarta. -+ 80 km dari kota semarang ibu kota propinsi jawa tengah. Candi borobudur didirikan diatas sebuah bukit pada ketingian 265,40 km di atas permukaan laut atau berada -+ 15 m di atas daratan di sekitarnya. Candi borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia yang sampai saat ini menjadi pusat perhatian masyarakat dunia baik dari segi kepariwisataan, arkeologi dan pengetahuan Langkah demi langkah berlalu sampailah kami di depan tangga borobudur, tak lupa kami berfoto-foto sambil mendengarkan pemandu menceritakan tentang sejarah borobudur yaitu arsitektur bangunan candi borobudur didirikan pada sebuah bukit seluas -+ 7,8 ha pada ketinggian m di atas bukit sekitar nya. Untuk menyesuaikan dengan profil candi yang akan di bangun, bukit diurug dengan ketebalan bervariasi antara 0,5 m – 8,50 ukuran candi yang di urug dari diding terluar adalah 121,70 m x 121,40 m dengan tinggi bangunan yang masih tersisa 35,40 m dari tanah halaman dan denah candi menyerupai bujur sangkar dengan 36 sudut pada diding teras 1, 2 & 3 tersusun dari batu andesit dengan sistem dry masonry tanpa perekat diperkirakan mencapai m3 atau blok batu. Untuk memperkuat kontruksi dipergunakan sambungan batu tipe ekor burung ke arah horisontal, sedang untuk arah vertikal dengan sistem getakan dan pada masing-masing tingkat dan setiap penjuru mata angin terdapat pintu gerbang atau utama ada di sebelah timur. Bentuk arsitektur candi borobudur yang sekarang, diperkirakan mengalami perubahan konsep dasar. Pentahapan yang diperkirakan dumaracay diakibatkan candi mengalami beberapa kali kelongsoran sehingga harus mengulang beberapa kali perkerjaan pembangunan. Dari aspek seni bangunan ada 2 bentuk seni arsitektur yang dipadukan yaitu 1. Hindu Jawa Kuno Yaitu adanya punden berundak, relief maupun budha yang sedang bermeditasi. 2. india Yaitu adanya stupa, bhuda dan lantai yang bundar. Candi borobudur tidak saja menunjukan kemegahan arsitekturnya tetapi juga mempunyai relief pahatan atau ukiran yang sangat menarik. Relief cerita pada candi borobudur menggamarkan beberapa cerita yaitu 1. Karma Wibangga, terdiri dari 160 panel, dipahatkan pada kaki tertutup. 2. Lalita Wistara, terdiri dari 120 panel,di pahatkan pada diding lorong 1 bagian atas. 3. Jakata dan Awadana, terdiri dari 720 panel, dipahatkan pada lorong 1 bagian bawah,balustrade lorong 1 atas dan bawah, dan balustrade ll. 4. Gandawyuda, terdiri 460 panel, dipahatkan pada diding lorong ll dan lll, balustrade lll dan IV serta Bhadraceri diding lorong IV. Itulah beberapa penjelasan dari bapak pemandu. Sinar mataharipun terasa sangat panas. Meskipun begitu tidak menyurutkan rasa gembira kami untuk menikmati candi borobudur, kita berjalan turun dan keluar dari candi, terlihat ada beberapa pohon yang berdiri, tujuan kamipun tertuju kepada salah satu pohon itu untuk duduk bersantai sejenak melepas rasa lelah karena sudah berkeliling candi. Sejuk, damai itu yang kami rasa. Kamipun memutuskan untuk menyudahi petualangan kami mengelilingi candi borobudur, meskipun masih terlihat teman-teman kami yang asyik menikmati candi. Sesampainya di gerbang keluar kami disuguhi aneka oleh-oleh, dimulai dari makanan, accesories, pakaian dan lain sebagainya yang tentunya adalah khas jogja. Tapi pada saat itu kami tidak membeli apa-apa, memang kami pada saat itu belum ada hasrat untuk membeli dikarenakan itu baru tempat pertama yang kami tuju. Disaat kita melewati para penjual teriakan para penjual menyapa kami yang menawarkan dagangannya. Tapi itu tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap melangkahkan kaki kami. Sesampainya di parkiran bus masih banyak teman-teman yang belum berada di tempat, bahkan belum ada guru pendamping yang datang, mungkin memang kita terlalu cepat meninggalkaan candi. Akhirnya, kami memutuskan menunggu teman-teman beserta guru di dalam bus. Tidak lama kemudian satu persatu teman-teman kami datang begitupun dengan guru-guru kami. Hingga saatnya bus sudah terlihat penuh. Ketika pemberangkatan akan dimulai, gurupun mengabsen siswa satu persatu, dan ternyata masih ada satu siswa yang belum berada di bus, yaitu seorang teman perempuan dari kelas 8A, akhirnyapun kami menunggu sejenak dan beberapa menit berlalu akhirnya gadis itu datang juga. Bus pun mulai berjalan satu persatu, saya tengokan kepala saya ke kiri ke kanan ke depan dan ke belakang, terlihat teman-teman berwajah capek, mungkin karena perjalanan yang jauh yang sudah kami tempuh ketika menaiki candi borobudur. Di tengah perjalananpun guru pemandu mulai bercerita tentang sejarah jogjakarta dan apa yang kami lihat ketika di jalan, itu berfungsi supaya kami bisa memahami hal-hal yang kami lihat tidak hanya sekedar tau wujudnya jogja yang seperti ini, ini tentu sangat bagus untuk pengetahuan kami yang pada dasarnya kami yang memang bukan berasal dari jogja. Disana terlihat Kraton jogjakarta, Taman pintar, Museum merapi. Buspun berhenti di sebuah tempat oleh-oleh yaitu Pasar salak. setelah sejenak berhenti buspun melanjutkan perjalanannya, tujuan kami selanjutnya adalah Pantai Parangtritis. Sungguh kami sudah tak sabar ingin cepat sampai di pantai itu, karena hawa pantai yang indah, hamparan pasir yang luas beserta air laut yang berlimpah sudah membayangi kami untuk menceburkan badan kami ke pantai itu. Berenang, berenang dan berenang. Setelah sampai kamipun dibuat kagum dengan keindahan pantai tersebut, kami pun bersegera untuk berganti pakaian karena kembali pada niat awal kami yang ingin segera menceburkan diri ke pantai itu. Di perjalanan menuju pantai kami merasakan semilir angin yang membuat suasana semakin nyaman, pasir yang berhamparan membuat kaki kami berat dalam berjalan tapi tetap semangat yang kami rasakan. Setelah sesampainya di pantai kami pun langsung menceburkan badan kami, basahlah baju yang kami pakai. Kami bermain, bersenda gurau, kadang-kadang juga berfoto. Di tengah-tengah keasyikan kami ada seseorang yang tiba-tiba menarik tangan saya, saya melihat ternyata Bapak Guru Wawan Rumanto, dalam fikir saya entah apa kesalahan yang saya buat sehingga membuat Pak Guru akan memarahi saya, hatipun bertanya-tanya, salah apa ya saya? Tidak lama kemudian perasaan legapun datang, ternyata kami mau berfoto. Perasaan was-was pun hilang diterbangkan oleh angin yang berhembus. Setelah itu saya kembali bersama teman-teman melanjutkan aktifitas kami yaitu bermain air. Tidak terasa hari sudah mulai sore yang mengharuskan kami untuk menyudahi petualangan kami, meskipun hati terasa berat tapi kita harus tetap pergi, dalam hati ada rasa syukur yang terpenting kami sudah bisa menikmati keindahan Pantai parangtritis. Kamipun menuju ke bus kami dan mengambil pakaian ganti dan menuju ke penyewaan kamar mandi untuk membersihkan badan kami yang penuh dengan air laut yang lengket. Setelah semuanya bersih kami menuju bus kami masing-masing. Ketika bus mulai menyalakan mesin persiapan berjalan, ternyata ada satu bus yang tidak menyala dan membuat guru berfikir sejenak untuk apa hal selanjutnya yang akan diperbuat. Akhirnyapun penumpang bus yang rusak dipindahkan ke setiap bus yang masih berfungsi. Pada saat itu saya kebetulan duduk di tempat depan, dan karena ada penghuni baru yang datang ke bus kami, guru menyuruh kami yang penghuni lama untuk pindah kebelakang, karena tempat duduk depan akan ditempati penghuni baru, akhirnyapun kami pindah ke belakang. Setelah semua selesai buspun berjalan dan buspun berhenti di rumah makan firdaus karena makan malam sudah tiba. Ketika kami menginjakan kaki kami di rumah makan tersebut terdengar alunan musik yang indah menemani makan malam kami, kami pun mulai mengambil santapan malam itu, nikmat sekali rasanya, mungkin karena kami merasa lapar sudah seharian berjalan-jalan. Setelah makan usai kami pun melanjutkan perjalan, kali ini tempat duduk kami terasa longgar karena penghuni baru sudah kembali ke bus lamanya, dan saya yang tadinya duduk dibelakang sudah kembali duduk kedepan. Di sela perjalan pemandu mengumumkan sebuah pengumuman penting yang memberitahukan bahwasannya tujuan kita selanjutnya yaitu malioboro akan dibatalkan karena di malioboro diadakan konser oleh band indonesia yaitu “Zilvilia” sehingga menyebabkan parkiran bus ditutup. Rasa kecewa pasti ada, tapi ya kami tidak bisa berbuat apa-apa, kamipun memutuskan untuk menerima dengan lapang dada. Karena Malioboro adalah tujuan terahir kami, maka usailah petualangan kami, buspun membawa kami pulang ke asal kami. Di perjalanan bus pun mampir disebuah pusat oleh-oleh khas jogjakarta yaitu Devaja. Setelah kami puas dengan oleh-oleh yang kami beli, kamipun melanjutkan perjalanan pulang. Di dalam bus setelah beberapa menit berlalu, akhirnyapun kami mulai tertidur satu persatu, karena memang kami sangat lelah. Tidak tersadar kami, akhirnyapun kami dibangunkan dan ternyata kami sudah sampai di sekolahan kami. Kami pun bergegas mengambil masing-masing barang kami dan keluar dari bus satu persatu. Sayapun langsung menuju parkiran karena memang kendaraan saya berada disana, sayapun tidak langsung mengambil motor saya, saya duduk sebentar dengan teman saya yang berboncengan dengan saya ketika berangkat ke sekolah. Kami melihat teman-teman kami yang dijemput keluarga mereka yang akan pulang. Tidak lama kemudian kamipun mengambil motor dan pulang, tidak lupa saya mengantarkan teman saya dahulu kerumahnya sebelum pulang ke rumah saya. Sesampainya di rumah, saya memasukkan motor saya ke dalam bagasi, dan menuju kamar saya, karena capek, saya langsung membaringkan badan saya ke tempat tidur dan dengan perasaan senang saya terbayang-bayang pengalaman saya ketika di jogja, senang yang terasa, dan tidak lupa berdo’a sejenak. Sayapun tertidur dengan lelapnya.
Petunjukke Toko Roti Dan Kue Djoen Muda (Kota Yogyakarta) dengan transportasi umum Jalur transit berikut memiliki rute yang melewati dekat Toko Roti Dan Kue Djoen Muda Bis: 11 , 8 , JOGJA -TEMPEL.
Cerpen Karangan Putri Koes HerawatiKategori Cerpen Liburan Lolos moderasi pada 26 February 2023 Pada tanggal 14-15 Putri dan teman-temannya ke Jogja, Putri berangkat pukul WIB. Sepanjang perjalanan putri dan teman-temannya melihat pemandangan yang indah. Waktu azan duhur pun tiba kita mampir ke masjid untuk sholat dan makan siang bersama. Setelah sholat dan makan siang kita lanjut perjalanan lagi untuk menuju ke candi Prambanan. sesampai di candi Prambanan kita foto bersama, setelah foto kita lanjut untuk masuk ke candi Prambanan. Putri dan teman-temannya bertemu artis Anang Hermansyah sama keluarganya. semua teman-teman sangat senang kita bisa bertemu dengan Anang Hermansyah. Semua ibu guru ikut foto sama keluarganya Anang Hermansya. Setelah selesai foto semua lanjut meneruskan perjalanannya. Setelah itu Putri dan teman-temannya menuju ke pasar untuk membeli oleh-oleh atau makanan, selesai membeli makanan kita semua menuju ke bus untuk lanjut ke Malioboro setelah ke Malioboro kita ke hotel untuk istirahat dan lanjut untuk besok. Kita semua sesampai di Malioboro pukul WIB, setelah itu semua teman-teman putri turun dari bus lalu semua naik ke becak untuk ke titik nol Malioboro, sesampai di titik nol Malioboro semua teman-temannya Putri tidak ada dan semua guru pun panik kemana anak-anak tadi. Akhirnya ibu guru kita bantu teman-teman yang tidak ada di titik nol Malioboro. Ternyata ada 6 anak yang dibohongi sama bapak becaknya. dia tidak diturunkan di titik nol Malioboro ternyata diturunkan di toko bakpia. mereka kasian Karna disuruh jalan dan juga bayarnya sesampai di titik nol dia ditanya sama teman-teman dan ibu guru. Kamu kok bisa hilang semua ibu guru panik, dan cuacanya juga hujan Putri dan teman-temannya membeli jas hujan untuk balik ke bus. Setelah itu kita semua tidak jadi jalan-jalan ke Malioboro karena banyak kejadian, semua balik ke bus untuk menuju ke hotel untuk istirahat dan membersihkan badan. Setelah itu kita sholat Maghrib dan isya di kamar masing-masing sudah disediakan satu kamar buat orang 8 anak. Kiya sholat Bu pun secara bergantian selesai sholat Putri merapikan pakaiannya Putri pun makan malam bersama teman-temannya. Selesai makan malam Putri dan teman-temannya tidur sambil lihat tv dan mendengarkan lagu. Waktu pun sudah malam Putri dan teman-temannya tidur sedangkan Putri tidur duluan dia pun dikerjain teman-temannya. Putri dan teman-temannya mendengar azan subuh mereka segera untuk mengambil air wudhu untuk sholat. Sesudah sholat Putri dan teman-temannya turun ke bawah melihat pemandangan yang indah, cahaya matahari begitu bersinar pagi semua teman-teman yang ada di kamar tidak mau renang karena malas. Teman-teman lebih memilih nonton tv, Putri Mandi dan beganti Baju setelah itu. Kita sarapan untuk menjaga kesehatan Putri dan teman-temannya pergi untuk foto bersama dan ada satu anak yang sakit. Karna kemarin malam dia habis kehujanan setelah itu paginya dia pingsan setelah itu diperiksa dan dikasih obat sama minyak kayu putih. Dia langsung sadar, dia sudah sadar kita lanjut ke pantai setelah ke pantai kita ke candi Borobududa terakhir di tempat oleh-oleh. Sesampai di parkiran bus kita turun dan kita jalan bersama untuk menuju ke pantai. Sudah sampai di lokasi Putri dan teman-temannya bermain air dan bermain pasir. Lalu Putri foto bareng bersama ibu guru dan teman-temannya. Selesai bermain pasir dan foto-foto, setelah itu Putri dan teman-temannya pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Selesai bersih-bersih Putri dan teman-temannya sholat duhur. Setelah sholat Putri dan teman-teman masuk ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke candi Borobudur. Sepanjang perjalanan Putri dan teman-teman melihat pemandangan indah semua senang. Sesampai di candi Borobudur Putri bersama teman-temannya masuk dan sebelum masuk ibu guru membeli tiket masuk, setelah itu kita masuk dan berjalan bersama-sama. Kita keliling ke candi Borobudur setah itu kita naik tangga sampai ujung candi diatas. Putri foto bersama temannya dan ibu guru selesai foto kita mengelilingi candi setelah itu kita turun ke bawah. Untuk melanjutkan perjalanan Putri dan teman-temannya menikmati suasana yang segar dan indah. Putri lanjut ke pasar untuk membeli oleh-oleh baju buat saudaranya dan adiknya. Putri pun tidak bisa menawar harga bajunya ke betulan itu ada ibu guru setelah itu ibu guru pun menawarkan harga yang cukup murah sedikit penjualnya mau. Habis itu Putri beli selesai baju dibeli sama Putri. “Putri bilang ke ibu guru makasih” “Iya sama-sama cantik” Selesai beli baju Putri, ibu guru dan teman-teman pergi ke parkiran bus untuk lanjut ke tempat oleh-oleh setelah itu kita pulang. Putri dan teman-temannya naik ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan ke tempat oleh-oleh. Putri sesampai di tempat oleh-oleh pukul WIB setelah itu kita masuk ke toko untuk membeli oleh-oleh Putri memilih makanan yang mau dibeli. Putri pun tidak banyak yang dibelinya selesai di kasihkan ke kasir. Selesai membeli oleh-oleh Putri masuk ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sebelum pulang Putri dan teman-temannya berhenti untuk makan malam. Ditempat rumah makan selesai makan malam Putri bersama teman-temannya lanjut naik ke bus lagi untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan Putri bersama teman-temannya bercanda di bus sambil memutar musik. Putri sambil nyemil makanan bersama teman-teman. perjalanan pulang banyak teman-teman yang ke tiduran karna kecapekan, Putri bergurau bersama temannya yang tidak tidur. Putri bersama teman-temannya kalok temannya Putri ketumpahan nasi gudek yang ada diatas setelah itu dibershkan bersama sampai selesai. Setelah dibersihkan Putri dan teman-temannya tertawa karna lucu. Putri sesampai di depan sekolah jam WIB setelah turun dari bus teman-teman Putri di jemput oleh orangtuanya Ibunya Sinta bertanya? “Lohh katanya pulang jam WIB” kok pulang jam WIB “Iya tadi kameranya ketinggalan di tempat makan pas iya mau pulang” Cerpen Karangan Putri Koes Herawati Cerpen Jogja merupakan cerita pendek karangan Putri Koes Herawati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Menari di Langit Senja Oleh Tifa Raisandra Enam anak itu sudah terduduk di sebuah batu yang amat besar. Senyum cerahnya mengembang ketika melihat langit yang berwarna biru indah. Yusi, Tipa, Uti, Sipa, Inge dan Fira. Mereka Only You Oleh Naisha Putriyana Liburan kali ini aku kebali, dan tentunya ke pantai, begitu senang hati ku!, apa lagi bersama dia, namanya alfaridzi aftar, faridz biasa aku memanggil. Dia yang sudah membuat semangatku Liburan Bersama Keluarga Oleh Sony Prakasa Halo namaku sony prakasa. Pada hari sabtu waktu liburan sekolah aku dan keluargaku jalan-jalan ke kebun binatang, di jalannya macet, dan aku sampai di kebun binatang aku beli 3 Cintaku Kepada Keluargaku Oleh Adsha Nandayi Tak terasa liburan sudah tiba. Aku menanti saat-saat ini. Perkenalkan namaku Kitriana, biasa dipanggil Ana. Aku mempunyai 2 saudara laki-laki yang bernama Dino, dan Raja. Umurku masih 12 tahun, Trafalgar London Oleh Putri Asyifa “hoam, morning London” ucap Mia Mia, melihat keluar jendela rumah pamannya. Ia melihat pemandangan Kota London yang sangat indah. Pagi ini ia berencana mengunjungi Alun-Alun Trafalgar yaitu sebuah “alun-alun” “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
PTMRT siap menampung masyarakat yang mengalihkan transportasinya. Thursday, 6 Muharram 1444 / 04 August 2022
Senang sekali kalau bermimpi Saat bangun menjadi nyata Pagi-pagi seseorang mengabari Kalau saya akan ke Jogja Bahagia sekali rasanya ketika atasan di kantor menyampaikan kalau saya menjadi salah satu perwakilan untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Yogyakarta. Kota yang sudah sejak lama saya impikan bisa bertandang ke sana. Kota yang sempat membuat saya bingung dengan pengejaan singkatannya, Yogya atau Jogja? Yang akhirnya saya mendapatkan jawaban jika kata Jogjalah yang dipilih karena mudah dilafalkan oleh semua oran termasuk orang asing. Dan ketika beliau menanyakan apakah saya bersedia, langsung saja saya mengangguk. Kapan lagi saya bisa ke Jogja? Terlepas ini adalah perjalanan dinas dan bukan untuk liburan, tetapi saya selalu berusaha menikmati setiap detik yang saya habiskan saat berada di kota baru yang saya kunjungi itu. Kendati jadwal pelatihan yang saya ikuti sangat padat sehingga tidak ada waktu untuk menjelajahi kota Jogja, tapi itu sudah cukup untuk saya. Bisa melihat Jogja dari dekat sudah membuat saya senang. Mimpi yang Menjadi Nyata Baru beberapa hari sebelumnya saya berkomentar di sebuah blogpost milik Omduut tentang kisah perjalanannya selama di Yogyakarta, saya menuliskan kalau saya ingin sekali ke Jogja dan saya belum pernah sekalipun ke Provinsi yang dijuluki sebagai Kota Gudeg itu. Lalu, beberapa hari setelah komentar saya tersemat, Yang Maha Mendengar mengabulkan keinginan saya. Saya akhirnya datang ke Jogja. Rinai hujan menemaniku saat berangkat ke Jogja dari Nanggroe Aceh tercinta Sendiri saya berangkat dari Banda Aceh menuju Jakarta. Hujan begitu setiap menemani perjalanan saya ke Jogja. Ya, hujan telah turun di subuh yang gelap di Banda Aceh pun demikian saat transit di Jakarta, rinai hujan masih membasahi bumi. Dan ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, hujan belum juga reda. Alih-alih berhenti, air dari langit itu semakin lebat saja membasahi bumi. Dengan menggunakan payung yang disediakan pihak bandara, saya pun berjalan memasuki pintu masuk bandara. Ucapan selamat datang dalam bahasa Jawa menyambut setiap penumpang yang memasuki pintu tersebut. Iringan musik gamelan yang diputar lewat pengeras suara semakin meyakinkanku jika saya benar-benar telah tiba di Daerah Istimewa yang sangat terkenal dengan kekentalan adat istiadat dan kebudayaannya. Hujan tetap awet saat kusinggah sejenak di Jakarta Sambil menunggu jemputan, saya mencoba menjelajahi Bandara Adi Sucipto. Meskipun penerbangan di bandara ini lumayan padat, tapi menurutku ukuran bandara tidak seimbang dengan banyaknya pesawat yang mondar mandir. Selain itu, bandara ini juga kesannya masih kurang tertata rapi. Ketika saya menuju pintu keluar, seperti biasa, para supir taksi berbondong-bondong menawarkan jasanya kepada saya dan penumpang lainnya. Namun, saya terpaksa menolak mereka karena telah ada minibus yang menunggu saya dan peserta pelatihan lainnya dari seluruh Indonesia. Hujan begitu awet di Yogyakarta Hujan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan reda. Padahal, saya sudah berencana untuk jalan-jalan sebentar sebelum acara dimulai. Berbagai tempat wisata di Jogja yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat dan dekat dengan penginapan sudah tercatat dalam list saya. Pun demikian dengan rencana saya untuk bertemu blogger-blogger Jogja seperti kak Indah Juli, Mbak Rian, dan Mbak Irul. Baca juga Tempat Wisata Belanja di Joga yang Ingin Saya Kunjungi Langit Jogja terlihat mendung dan setelahnya hujan kembali mengguyur dengan deras Dalam perjalanan menuju hotel, saya menghubungi Kak Indah dan menyampaikan kalau saya akan terlambat tiba di hotel, jauh meleset dari jadwal yang sebelumnya saya utarakan padanya. Ternyat Kak Indah pun demikian, beliau terjebak macet karena hujan semakin deras. Setelah 20 menit perjalanan dengan menggunakan minibus, saya pun tiba di tempat saya menginap yaitu Hotel Eastparc Yogyakarta yang berlokasi di Jln. Laksda Adisucipto Km. 6,5 Seturan, Depok, Sleman, Yogyakarta. Ketika memasuki hotel mata saya dimanjakan dengan parc atau park alias taman dan dipadukan dengan unsur-unsur Jawa. Beragam lukisan dengan harga yang membuat mata terbelalak dipajang pada setiap sudut hotel ini. Dan setelah meletakkan koper di kamar, saya pun langsung menuju lobi hotel dan menunggu teman-teman blogger datang. Meet Up dengan Blogger Jogja Sudah menjadi kebiasaan para blogger untuk meet up, kopi darat dengan blogger lokal ketika bertandang ke suatu daerah. Konon lagi karena kita bergabung dalam beberapa komunitas blogger yang sama, kehebohan langsung tercipta saat bersua. Jadi, jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah mengabari Kak Indah kalau saya akan ke Jogja. Ada cerita lucu sebenarnya antara saya dan kak Indah Juli atau yang lebih dikenal dengan Makpuh di Komunitas Emak-emak Blogger KEB, pemilik blog Ternyata, tahun 2010, saat roadshow Pesta Blogger ke Banda Aceh, kami pernah dipertemukan dalam satu tim, lho. Saya menjadi panitia untuk chapter Aceh saat itu. Namun, kami tidak saling mengenal atau bertegur sapa kala itu. Mungkin karena sama-sama sibuk dengan tugas masing-masing. Entahlah, pokoknya saya tidak tahu kalau ada Kak Indah yang menjadi perwakilan panitia Pesta Blogger dari pusat. Beberapa tahun kemudian, ketika Facebook mengingatkanku akan foto acara Pesta Blogger 2010 itu, saya melihat Kak Indah berdiri tepat di belakangku. Walhasil, kami sama-sama tertawa dan tidak menyangka kalau kami pernah bertemu. Meet up bersama emak-emak blogger Jogja sumber foto Rian Mbak Rian Anastasia yang sering dijuluki barbie dan pemilik blog yang pertama sekali hadir karena rumahnya tidak jauh dari hotel tempat saya menginap, lalu disusul oleh Mbak Irul, dan terakhir Kak Indah karena rumahnya paling jauh. Kami pun memulai obrolan di lobi, saling bercerita dan tidak lupa berfoto bersama. Pertemuan kami belum usai, karena belum pernah ke Jogja, saya meminta mereka mengajak saya ke tempat makan recommended di Jogja. Rian lalu mengusulkan untuk mencicipi Bakmi Jawa Mbah Gito yang terletak di Jalan Nyi Ageng Nis 9, Peleman-Rejowinangun Sleman. Hm, makan mie pas lagi hujan gini pasti seru. Setelah memesan transportasi mobil online, kami pun menuju ke Bakmi Jawa Mbah Gito. Lokasinya tidak jauh dari hotel dan sangat dekat dengan rumah Rian. Interior warung Bakmi Mbah Gito ini seperti rumah pohon, sangat unik menurutku. Bersama pegawai Bakmi Jawa Mbah Gito, Yogyakarta Foto milik Mbak Rian Setelah kenyang menikmati lezatnya Bakmi Jawa, hujan belum juga reda. Padahal saya ingin sekali melihat keindahan Kota Jogja pada malam hari. Rian dan Kak Juli pun akhirnya mengajak saya berbelanja oleh-oleh Jogja di Mirota Batik sedangkan Mbak Irul pamit lebih dahulu karena harus menjemput anaknya yang sedang berlatih bela diri di sebuah gedung olah raga. Hujan tak kunjung berhenti selama saya di Jogja. Bahkan ada beberapa daerah yang mengalami banjir. Syukurnya, di hari terakhir saya di Kota Wisata ini, matahari mulai menampakkan senyumannya walau tidak begitu cerah. Jadi, sebelum beranjak pulang, saya sempat jalan-jalan ke Candi Prambanan. Cerita tentang perjalanan saya ke candi ini ada di tulisan berikutnya, ya 🙂 Karena belum sempat menjelajah Yogyakarta pada ketadanganku kali ini, keinginan untuk kembali ke kota ini semakin beralasan. Ya, Jogja, aku pasti kembali.[] Liza Fathia
JalanCinta Ku Cerpen Karangan: Nur Habibatus Kategori: Cerpen Cinta. Lolos moderasi pada: 5 December 2015. Dan aku pun menjalin cinta lagi dengan dia. Sehari sebelum aku kembali ke jogja aku diajak main ke rumahnya Naufal. Sesampai di rumahnya Naufal aku bertemu sama Mamanya. Mamanya membukakan pintu.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Nama saya Muhamad Hamdan lahir Bandung, 24oktober 2001. Suatu hari, saya dan teman teman saya pergi ke Jogja karena pada saat itu sedang melaksanakan study matahari terbit di ufuk timur, saya menyiapkan barang barang untuk dikemas kedalam tas yang berukurab besar. Sebelum berangkat, kami diperintahkan untuk berkumpul di suatu tempat, dan untuk menunaikan solat di mesjid akan berangkat, saya dan teman saya kebagian bis1, dan ada pula yang kebagian bis6. Di dalam bis, awalnya kita hanya diam tak bersuara, karena digabung dengan kelas lain. Seiring berjalannya waktu kami pun bersurau gurau. Perjalannya cukup jauh, dari terbenamnya matahari hingga fajar tiba. Ketika sampai di suatu tempat makan, kita dipersilahkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, dan lanjut mengisi itu, perjalanan dilanjutkan kembali, yaitu menuju tempat tragedi meletusnya Gunung Merapi. Disana kami di manjakan dengan mengendarai mobil Jeep, mengelilingi daerah kawasan tragedi Gunung Merapi. Perjalanan belum selesai, kami lanjut pergi ke tempat yang terkenal yaitu Candi Borobudur. Sekitar 1jam dari gunung Merapi sampai di candi. Di candi, kami hanya melihat lihat pemandangan dari atas. Butuh perjuangan untuk ke sana karena kita jalan kaki dan letih. Tapi letih itu terbayar dengan semua pemandangan yang ada waktu mulai senja, kami pergi ke hotel tempat kita beristiraha. Dari setiap kamar, hanya ada 4orang, kamarnya nyaman dan cukup kamar hotel, saya dengan teman saya berbenah membersihkan diri, untuk kembali mengisi perut di sebuah tempat makan yang tidak jauh dari hotel, yaitu Malioboro, di sepanjang jalan itu kami melihat para pedagang yang meramaikan suasana, dan ada disuatu tempat, sebuah komunitas yang menampilkan suatu seni musik dari angklung dan sebagainya. Suasananya sangat tenang dan romantis. Waktu tidak terasa semakin larut, kami pergi untuk beristirahat pagi harinya, kami bangun untuk sarapan terlebih dahulu, karena akan kembali pergi. Kami pergi kesuatu tempat, yang dimana disana banyak makanan untuk dijadikan bahan oleh-oleh. Setelah itu, kami kembali pergi melanjutkan perjalanan. Kami akan pergi ke suatu tempat yaitu Kampung Batik. Dari namanya saja udah terdengar, bahwa kampung itu menandakan kampung memproduksi batik. Disana kami diajarakan membatik oleh orang-orang sana. Saya mencoba untuk membantu proses pembuatannya dengan cara merebus kainnya. Disana saya diajarkan bahasa jawa, juga sebaliknya saya ajarkan meraka bahasa tidak terasa, kali ini kita pergi, tapi untuk pulang ke Bandung. Rasanya kecewa, hanya sebentar, tapi apadaya haha. Kami menuju Bandung dimalam hari, sekitar pukul 10, kami beristirahat di suatu tempat makan kembali. Dan disana setiap siswa yang memiliki baakt, dapat menampilkannya di suatu panggung acara, sebagai menuju pulang, disepanjang jalan semua pada tidur pulas, dan saya tidak, hanya melihat jalan dan menemani sang sopir bis. Tengah malam, bis kembali berhenti di suatu tempat, tidak tau untuk apa, mungkih untuk para sopir bus yg beristirahat. Karena tengah malam, biasanya para siswa turun dari bis, tetapi kali ini tidak, mungkin karena ngantuk. Tapi hanya saya yg turun dari siswa-siswa bis1, karena duduknya paling depan juga, saya memesan 1Mie instan karena suasananya dingin. Sekitar setengah jam berhenti, kembali lanjut sampai di Padalarang, kami diturunkan di Kota Baru Parahyangan. Semua turun dan membawa barang bawaan di bagasi bis. Lelah, kami pulang masing-masing dari situ, ada yg di jemput dan sebagainya. Saya hanya naik dengan angkutan umum, karena jarak menuju rumah lumayan jauh. Sampai dirumah, saya langsung berbaring mererai capainya perjalanan. Alhamdulillah selamat sampai Lihat Cerpen Selengkapnya
JalurJalan Raya Solo - yogyakarta berjarak antara 84,1 km dengan waktu perjalanan yang dibutuhkan sekitar 2 jam 22 menit, ditempuh menggunakan kendaraan Pribadi. Metode perkiraan diambil dari Google Map Driving Directions, Hasil pada Kondisi Realtime bisa berbeda tergantung Kondisi lalu lintas Jalan-raya dari Jalan Raya Solo ke yogyakarta
Tentu semua orang pernah bertamasya bukan? Biasanya setelah liburan itu kita akan memberitahu detail perjalanannya ke semua orang seperti teman-teman kita, tetangga, atau sepupu kita. Tapi tahukah kamu caranya menceritakan cerita tentang liburanmu dalam Bahasa Inggris? Buat ceritamu lebih menarik dan elegan dengan cara menuliskannya dalam Bahasa Inggris. Jangan bingung dengan cara penulisannya karena kita akan memberi tipsnya dan contoh ceritanya. Tips Menulis Cerita Liburan Kamu perlu struktur dan teori untuk menjadi dasar dalam pembentukan ceritamu. Berikut adalah tips yang harus kamu ketahui dalam menulis cerita tentang liburan dalam bahasa inggris ; 1. Siapkan alat-alatmu Terdapat dua cara untuk menulis tentang liburanmu yaitu cara digital atau manual. Untuk manual kamu harus menyiapkan pensil atau pulpen dan kertas. Adapun untuk digital, kamu bisa menyiapkan laptop atau komputermu. Di tipe digital, ada baiknya kamu menyiapkan pensil atau pulpen dan kertas juga. 2. Tulis kronologis kejadian sesuai alur waktu Sekarang kamu bisa mulai menyusun cerita dengan cara mencoba menulis kejadian utama yang terjadi berdasarkan hari atau jam dalam liburan itu. Hanya tuliskan aktivitas-aktivitas yang bersifat general seperti mengunjungi museum dan pergi ke hotel. Jangan tuliskan detail yang tidak diperlukan seperti aktivitas mandi, menonton tv, dan aktivitas kecil lain. 3. Tambahkan detail-detail tentang pengalaman itu Setelah kronologis umum didapatkan, kamu bisa menambahkan detail yang termasuk tempat, cuaca, orang-orang yang ikut denganmu dan lain-lain. Hal ini penting untuk menambah nilai pada sebuah cerita. 4. Bagi cerita sesuai paragraf Agar tulisan lebih rapi, mulai tentukan jika sebuah peristiwa masuk ke paragraf tertentu. Contohnya peristiwa a sampai f masuk ke paragraf satu dan seterusnya. 5. Tulis draft penulisan Mulai menulis tanpa menghiraukan jika cerita merupakan cerita yang baik atau berkualitas tinggi. Setelah selesai, diamkan cerita selama satu hari atau lebih. Hal ini penting agar kamu bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya dengan pikiran yang jernih. 6. Edit kembali Saat mengedit, perhatikan penulisan kata, penggambaran situasi, grammar,tenses, dan kerunutan cerita agar cerita bisa terkesan indah dan tidak bertele-tele. 7. Tuliskan judul yang menarik Judul yang tidak terlalu panjang dan merupakan penggambaran keseluruhan cerita merupakan judul yang terbaik. Contoh Nah, kamu sudah mengetahui caranya. Tapi seperti apa contohnya? Berikut adalah contoh cerita Bahasa Inggris mengenai liburan di kota budaya, yaitu Yogyakarta. An Adventurous Trip To Yogyakarta Last year, on my school holiday, my family decided to go to a city we have never been before. This time, we picked Yogyakarta. From what i knew before i went to the trip, Yogyakarta is a busy city that is filled with culture. It still have a unique government system called the keraton. I also heard that it has a variety of culinary treats that i could try. Long before the trip, i was already excited to go. On Sunday morning, i arrived at Yogyakarta and went straight to my hotel which was located near the Malioboro street. After that my family and i went straight to Keraton Yogyakarta. It was a white, big building that stands near the town square. To get there, we went with a rented car. There were a lot of stalls that sells crafts there so i bought a t-shirt and five keychain. Then we went into the place with the ticket we have bought. The place was very beautiful. Although the building itself is old, it felt timeless and grand. We studied the history of the place and the people that lived there. Finally, we went out and ate in the nearby restaurant. The rest of the Sunday was spent resting in the hotel so that we have the strength to travel the next day. Monday morning arrived with it’s blue sky and golden sunlight. My father and I ran accross the city in the morning so that we could get to know the city better. After that, we packed our bags to go to Borobudur. It was a long trip but after hours of car ride we finally arrived there. The place was clean and very spacious. From afar, we can already see the Borobudur temple from far away because it is so big. My family climbed hundreds of steps to reach the top. By the time we reached the top, it was already four o’clock in the evening. I couldn’t believe my eyes because the scenery was so beautiful. The top of the Borobudur temple overlooked the whole city. I could see trees and buildings for miles. With the sunlight, it was even more beautiful. The next days we spent trying the food in Yogyakarta. My favorite was the bakpia which is a kind of local dessert that is filled with a variety of fillings. The filling i like most is the cheese one. Because i loved it so much, i bought two boxes of bakpia. On Thursday morning, i flew back to Jakarta. I was really sad to leave the city because it was the best travel destination so far. I wish i could go back to Yogyakarta now. Penulisan cerita ini tidak harus kompleks. Yang perlu kamu lakukan adalah menceritakan ceritamu dengan runut dan dengan ekspresif. Selamat bercerita!
Nahkali ini mau share Itinerary Standar Di Jogja Selama 4 Hari 3 Malam buat yang pertama kali ke Jogja. Pasti bingung Jogja itu kan kota wisata banget dan Never Ending Asia, jadi pasti banyak yang harus dikunjungi. Dengan 4 hari sebenernya gak cukup seh, tapi dengan itinerary ini minimal bisa bantu untuk mencoba. Wisata Mainstream Jogja.
Cerpen Karangan Florantina KrisdayantiKategori Cerpen Cinta Lolos moderasi pada 11 September 2017 Terdengar suara azan magrib berkumandang, mengajak kita umatnya untuk meluangkan waktu dan mendekatkan diri pada sang pencipta. Kala itu aku berjalan sendiri menyusuri kota jogja, dengan sebuah sarana transportasi bus umum aku dapat mengenal beberapa titik lokasi kota jogja. Namun saat aku tiba di sebuah pemberhentian bus yang jaraknya tak seberapa jauh dari bandara, mataku tertuju pada suatu hal, entah firasat hati dari mana aku tertuju pada seseorang yang ada di sampingku, kurasa Tuhan telah mempertemukanku dengan tulang rusukku yang selama ini kucari. Tiba-tiba seorang pemuda itu menyapaku “Hai, tujuan kamu mau pergi ke mana?” ucapnya dengan nada lembut dan suara yang lirih, “Aku sebentar lagi turun, aku berhenti di jalan demangan” ucapku dengan membalas perkataanya penuh lirih. ”Wah kita di rute yang sama, kamu kuliah atau sudah bekerja?”, tuturnya. “Aku sedang ada program study di sebuah hotel yang jaraknya tidak seberapa jauh dari tempat kosku”, sapaku. “Berarti kamu ke sini merantau?” Tegurnya. Lalu aku menjawab dengan nada lirih, “iya”. “Perhentian berikutnya selter jalan demangan, mercure, saphir dan lippo…” ujar pemandu bus. Tiba-tiba ada seorang mendorongku dari belakang saat aku turun, dan kacamataku pun terlepas…, saat itu aku bingung mencari kacamataku yang terjatuh enatah ke mana, karena kondisi yang ramai dan berhimpitan akhirnya, aku mencari di sela-sela riuhnya kerumunan orang-orang. Dan akhirnya aku menemukan. Tepat dengan persis aku menemukan kacamataku saat ada di dekat kakinya, dan tak kuduga seorang pria tak dikenal itu pun mengambil dan memberikan padaku “ini yang kamu cari, lain kali kalau jalan pelan-pelan,” tegurnya dengan senyuman dan sapaan manis menatapku. “Aku duluaan ya, rupanya adikku sudah menungguku di depan, semoga di lain hari kita berjumpa lagi, salam kenal namaku Lendra, mahasiswa Gajah Mada.” sambil menjabat tangan dan berlalu pergi. Yang kurasakan bukanlah kepedean saat bertemu dengannya pada pandangan pertama, melainkan aku merasakan ada sesuatu lain yang ingin Tuhan sampaikan padaku. Di lain hari… Derasnya deraian hujan membuat beberapa jalanan terendam banjir. Dan saat aku keluar dari hotel, ada seorang pria butuh pertolongan, dari arah kejauhan raut wajah pria itu seperti pernah kukenal, dan rupanya memang benar, “seperti Lendra?” Gumamku dengan suara lirih. “Hai Lendra?”, sapaku dari arah kejauhan. “Kamu… ehh”, sapanya dengan raut wajah terlihat panik. “Motorku mogok, dan aku bingung mau cari bengkel di mana?” gumamnya. “Ohh… kamu dari sini lurus aja di depan ada pertigaan kamu belok, maju sedikit udah ada bengkel kok” jawabku, sambil meninggalkan dia berlalu. “Tunggu”, ucapnya sambil menarik dan menahan tanganku yang akan berlalu. “Namamu?”, sapanya dengan nada lirih seakan ingin mengetahui aku sebenarnya. “Namaku Asti”, sapaku sambil berjabat tangan. Karena tak ingin pembicaraan terlalu lama aku pun, menyapa dan berjalan berlalu. 2 jam kemudian… Saat tiba di kosan aku pun membuka jendela kamar, dimana kamarku sendiri mengarah ke arah jalan raya, tepat dari lantai bawah rupanya Lendra berteriak sambil melambaikan tangan menengadah ke arah jendela kamarku. Namun yang begitu mengejutkan lagi Lendra meneleponku, entah nomor dari mana yang dia dapatkan yang pasti raut wajahnya begitu senang saat memandangku. “Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu Asti, aku mohon kamu mau memberi jawaban yang selama ini aku harapkan, bolehkan aku jadi sosok pria idaman dan mengisi butiran cinta di hatimu dan aku ingin bersahabat lebih akrab lagi bersamamu?” sapa Lendra dalam percakapan di telepon. “Lalu bagaimana kamu mengagumiku, padahal baru dua kali kita bertemu?” Sapaku dengan nada lirih. “Aku tidak sengaja menemukan flashdisk yang terjatuh di bus saat kita bertemu pertama kali apakah kamu masih ingat saat kamu terburu-buru dan kacamatamu terjatuh?, dan maaf jika aku lancang karena telah membuka beberapa data dan entah mengapa hatiku terpikat panah asmaramu, karena di sudut senja jogja lah yang mempertemukan kita berdua”. Dan Asti pun menerima permohonan Lendra untuk menjadi kekasihnya, dan Asti pun menghampiri Lendra dan memeluk dengan erat dan penuh kehangatan. Cerpen Karangan Florantina Krisdayanti Facebook Florantinakrisda Cerpen Senja Di Sudut Kota Jogja merupakan cerita pendek karangan Florantina Krisdayanti, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Ciuman Pertama Oleh Nabilah Ku lempar handukku ke kasur begitu saja, aku segera bersiap-siap untuk pergi ku raih ponselku di meja yang sudah berdering beberapa kali, sebuah pesan singkat dari Rey pacarku yang Senja dan Cerita Oleh Radatul Akbar Sore, senja mulai memperlihatkan keindahannya. Di sebuah bangku panjang di tepi pantai, di bawah pohon besar yang tidak pernah bosan menggugurkan daunnya, sembari kau bertanya “Apakah cinta datang disaat Hujan Oleh Dinda Trika Seorang gadis yang nampak acuh terhadap keaadaan sekitar. Ia hanya menatap lurus ke arah jendela sekolah. Alunan nada melow dipadukan dengan suara bariton yang khas, dan kini tengah mengalun Sunny Dan Matahari Oleh Tumm “Memangnya ada hal apa, Ta? kenapa kau memanggilku ke mari?” tanya Sunny pada sahabatnya, Ata. “Aku ingin menunjukkan sesuatu, Sun. Coba kamu lihat ke depan,” “Wah, sunset! bagus banget!” Valentine Oleh Nur Rafika Apa cinta itu? Aku selama ini gak pernah percaya yang namanya cinta. Karena bagi ku cinta itu hanya ada di dalam sebuah dongeng anak-anak yang lebay ceritanya dan cinta “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpenberlibur ke jogja. Begini cerita liburan ku At that time the school holiday has come. Berlibur ke Yogya Wisatawan Wajib Bawa Kartu Sehat. Untuk pelaku perjalanan yang menuju DIY itu. Jalan-jalan ke kota wisata seperti Yogyakarta tentunya menjadi agenda liburan yang dinanti banyak orang. Salah satu peraturan tambahan itu menyasar bagi
Pengalaman Liburan ke Jogja – Berawal dari pengumuman yang menyatakan bahwa berkas lamaran kerja yang saya ejekan ke PT PLN Persero telah menunaikan janji syarat dan lolos ke tahap lebih jauh, nan diadakan pada tanggal 05 September 2022 di kota Yogyakarta. Dan ternyata banyak rival-padanan kuliah saya yang pun lolos seleksi administrasi PT PLN. Akhirnya, saya pun mengakhirkan untuk mencari antiwirawan barengan moga boleh berangkat bersama-selaras ke Jogja. Berkumpullah 4 basyar termasuk saya yang mempunyai rancangan berangkat ke Jogja secara bersama-sama. Sebenarnya ada sekitar 20-an orang bandingan saya yang lolos rekruitmen PT PLN pada tahap ini, saja masing-masing sudah mempunyai rencana sendiri-sendiri. Saya sendiri mulai bersama 3 orang teman saya yaitu Panji, Dionisius, dan Kukuh. Berangkat ke Yogyakarta Menunggangi Kereta Api Stasiun Gubeng Surabaya Kami berempat membelakangkan lakukan menginjak ke Yogyakarta memperalat transportasi kereta api. Karena perian pampasan kereta api yang lebih cepat dan makin terasa nyaman daripada memperalat bus, kendatipun agak lebih mahal sedikit daripada bus ekonomi. Mulailah kami mencari kereta api ekonomi dengan harga nan paling kecil murah. Maklum,e anak asuh mahasiswa doyan nyari nan murah, menguning mau nyari kerja biar dapat uang jasa malah ngehabisin persen. Kereta jago merah paling kecil murah ialah Logawa yang start pukul dari Surabaya, namun sayang tiketnya sudah habis terjual. Akhirnya kami memilih menggunakan sepur ekonomi Pasundan, meskipun harganya lebih mahal dari harga karcis kereta api ekonomi Logawa. Lain apalah, hitung-hitung pengorbanan cak bagi nyari kerja. Berangkatlah kami menggunakan kereta api ekonomi Pasundan, pada musim minggu terlepas 04 September 2022 jam WIB dari stasiun Gubeng Surabaya. Sampai di Yogyakarta Tugu Yogyakarta Perjalanan Surabaya-Yogyakarta, kami tempuh menggunakan sepur ekonomi Pasundan selama 5 jam. Sekitar jam WIB kami tiba di stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Sesudah sampai di stasiun, saya dan Tunak serta merta turun dari kereta dan mengejar musholla buat menunaikan sholat dhuhur. Di musholla kami bertemu dengan para senior barisan 2022 yang ternyata tadi pula berangkat menggunakan sepur bersama dengan kereta yang kami naiki. Ada juga beberapa orang imbangan kami satu pasukan serta mahasiswa dari jurusan tak yang peluang punya tujuan nan begitu juga kami. Panji dan Dion dengan sabar menunggu saya dan Kukuh melaksanakan sholat dhuhur di luar stasiun, inilah indahnya ubah mengagungkan biarpun berbeda-beda kepercayaan. Mencari Penginapan di Dekat Malioboro Kampung Sosrokusuman Setelah sholat dhuhur kamipun berjalan menuju ke arah malioboro cak bagi mencari penginapan. Tibalah kami di Kampung Sosrokusuman yang berpunya tepat di sebelah paksina Mall Malioboro. Karena baru pertama boleh jadi mencari asrama di Jogja, kami merasa kecemasan memilih tempat, pokoknya kami cari yang minimal murah. Eh, tiba-tiba ada bapak yang menanya “Mau cari penginapan, mas?”, kamipun mengiyakan. “Ingin cari yang gimana, sekiranya cak hendak minimum murah itu ada di rumah bu Fatimah, timbrung aja ke gang itu, nanti ketemu apartemen corak hijau”, setelah berpikir sejenak akhirnya kamipun mengiyakan. Akhirnya bapak itu mengantar kami menuju rumah ibu Fatimah. Penginapan primitif yang terdiri mulai sejak 5 kamar tidur di bagian radiks dan 1 kamar di tegel atas serta dua buah kamar mandi di lantai sumber akar. Kamarnya juga lewat tertinggal, dibuat mulai sejak sebuah ruangan yang disekat-sekat dengan kayu kayu menjadi beberapa tepas kamar. Di dalam kamar terdapat sebuah kasur besar, bantal, rak, dan sebuah kipas angin. Harga yang ditawarkan kembali sangat murah adalah per orang. Kami tahu berunding sejenak, namun pada akhirnya lagi mengakhirkan bakal menginap di tempat itu. Jalan-urut-urutan Senja di Malioboro Jalan Malioboro Sesudah sekitar 30 menit kami beristirahat di internat, kami pun memutuskan bikin keluar mencari bersantap, mengingat setibanya di Jogja kami belum makan apapun. Makanlah kami di warung kaki lima di samping mall malioboro, rasa makanan nya kacau balau, tapi lumayanlah bakal mengobati rasa lapar. Selesai bersantap, kami berempat kembali kembali ke tumpangan untuk juga berlabuh sejenak mengkhususkan rasa lejar sehabis menempuh pelawatan jauh. Sorenya sekitar jam WIB kami kembali memutuskan untuk kronologi-kronologi di kawasan Malioboro. Mulailah kami menyipi distrik bazar di pedestrian di bagian barat Malioboro, namun sekedar perkembangan leha-leha untuk menikmati suasana sore periode di Malioboro yang masih hening dengan wisatawan. Kami juga berburu toko untuk membeli air minum untuk pelepas di penginapan. Setelah mendapatkan air menenggak, kami sekali lagi mengemudiankan buat sekali lagi ke penginapan. Sebelum juga, kami adv pernah masuk ke dalam area Kantor Gubernur Kewedanan Spesial Yogyakarta. Sempat pula berfoto-foto di tugu yang suka-suka di kerumahtanggaan area tersebut, sambil sejenak melepas lelah pasca- kronologi-jalan sore memutari malioboro. Berangkat ke Medan Tes PLN PT PLN Kami berangkat ke gelanggang Validasi PLN menunggangi 2 biji kemaluan kereta angin biang kerok sewaan yang sudah lalu kami wanti-wanti sejak semalam burit sebelum sampai di pondokan. 1 pit motor kami sewa dengan harga selama 12 jam. Sebab agak kelam primitif karena lokasinya nan layak jauh dan kami belum senggang jalan, berangkatlah kami jam WIB, sedangkan pelawaan tesnya yakni jam WIB. Di tengah pengembaraan kami sempatkan juga buat sarapan pagi di sebuah angkringan di pinggir jalan. Disitu kami gado nasi meong karena porsinya terbatas seperti makanan meong ditemani beberapa gorengan. Tak lalai kami pula juga membeli nasi meong dan gorengan pula umpama bekal untuk makan siang nanti. Tibalah kami di gelanggang tes. Panggung diadakannya Pembenaran Akding Akademik dan B. Inggris di Merapi Grand Ballroom Hotel Prima. Suasana nya masih senyap karena plonco jam tapi enggak berselang lama mulailah banyak berdatangan para petatar konfirmasi, terjadwal pun teman-lawan kami yang bersal dari satu jurusan. Tes berakhir seputar jam WIB dan kami pun langsung cabut pulang menentang penginapan. Menikmati Siang dengan Segelas Es Cendol di Alun-alun Utara Yogyakarta Alun-alun Utara Jogja Berhubung masih siang dan masih terserah hari, sebelum pulang kami berencana jalan-perkembangan keliling kota Yogyakarta. Kami berempat pula akhirnya memutuskan mendekati ke alun-alun lor kota Yogyakarta. Setibanya di alun-alun, kami memarkirkan sarana kami di sebelah selatan alun-alun, yang berada tepat di sebelah timur kraton Yogyakarta. Terdapat sekali lagi beberapa warung bersantap dan petualang es cendol di tempat itu. Kesudahannya, kami membeli 4 gelas es cendol segar, yang akan dinikmati bersama nasi kucing dan bilang gorengan nan sudah kami beli tadi pagi. Dengan kilap yang sangka suram, sekali lalu ditemani nikmatnya semilir kilangangin kincir nan bertiup sepoi-sepoi mengapalkan terbang semua rasa letih sehabis berjuang mengerjakan cak bertanya tes akademik, kamipun makan di pinggir alun-alun, sambil menikmati suasana alun-alun yang plonco dan terhampar luas di depan mata kami. Setelah selesai bersantap kami lagi berencana mengunjungi Kraton Yogyakarta Hadiningrat, namun sering jam bentang kraton sudah terlampau. Kraton lazimnya dibuka bakal awam bermula pukul sampai WIB setiap harinya. Berhubung mutakadim ikut masa ashar, saya dan Tunak sekali lagi mengunjungi masjid Gedhe bakal menunaikan sholat ashar. Pula Panji dan Dion dulu meluhurkan kebutuhan kami dan dengan panjang hati menunggu di area gapura di pintu masuk paling asing dari masjid Gedhe. Peroleh kasih perkongsian. 🙂 Nikmatnya Aneka Sambal di Wisata Kuliner Unik Sambal Yogyakarta Sambal Bajak Senja harinya sekeliling jam WIB, saya mengajak teman-bandingan saya bikin mencicipi kuliner Khusus Sambal SS di Urut-urutan Majyen Sutoyo, sekitar 15 menit berpunca Malioboro. Akhirnya sekitar jam sore kami menginjak menuju warung SS. Saya dan rival-teman harus rela bersabar, karena ternyata warung SS sudah dipenuhi maka dari itu peziarah. Sekitar 5 menit kami menunggu kerjakan dapat memesan makanan. Selepas menulis menu kami kembali harus menunggu pula sekitar 45 menit lakukan dapat menikmati hidangan yang kami wanti-wanti. Masing-masing dari kami memesan makanan dengan menu nan berbeda-beda, agar boleh merasakan rasa aneka sambal yang ditawarkan oleh warung Distingtif Sambal. Macam rasa sambal ditambah nasi hangat serta gurihnya aneka lauk pauk membuat saji bersantap lilin lebah kami begitu nikmat. Belaka cerbak, kita sedang raba-rubu karena mengejar jadwal kereta menuju Surabaya. Kembali ke Ii kabupaten Pahlawan Stasiun Lempuyangan Setibanya di asrama, saya dan Tegar langsung bergegas mengembalikan roda motor ke tempat penyewaan. Sedangkan Panji dan Dion kembali ke penginapan untuk lekas merapikan barang-produk kami yang masih ada di kamar. Dari penginapan kami berjalan tungkai berorientasi stasiun Lempuyangan yang berjarak sekitar 20 menit dari tempat kami menginap. Syukurlah bisa tiba tepat waktu. Kami kembali taajul menanjak ke kereta ekonomi Tren Baru Malam nan akan segera berangkat cenderung stasiun Gubeng Surabaya. Tibalah kami sekeliling jam pagi di Surabaya. Sungguh pengalaman nan menyenangkan bisa liburan sambil berburu kerja. Bagai pepatah “Serentak menyelam minum air”. 🙂
\n\n\n\n \n cerpen jalan jalan ke jogja
.

cerpen jalan jalan ke jogja